Author: admin

LOGISTIK

Jakarta, kpu.go.id– Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berupaya menyelesaikan kebutuhan logistik Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014, terutama untuk pencetakan dan pendistribusian surat suara. KPU menargetkan pada tanggal 24 Juni 2014 seluruh surat suara sudah terdistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.   Distribusi surat suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 tersebut dilakukan langsung ke KPU Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, jadi tidak berjenjang melalui KPU Provinsi, sehingga surat suara dapat langsung sampai di penyelenggara pemilu di tingkat bawah.   Hal tersebut disampaikan oleh Anggota KPU RI Hadar Nafis Gumay disela kunjungan monitoring pencetakan surat suara ke PT. Gelora Aksara Pratama, di Ciracas Jakarta Timur, Sabtu (14/06).   “Hari ini adalah hari terakhir proses pencetakan surat suara, diharapkan sore ini sudah tercetak semua, selanjutnya proses packing ke dalam kotak-kotak untuk didistribusikan ke kabupaten/kota di 3 provinsi, yaitu Sulawesi Utara sebanyak 13 provinsi, Gorontalo sebanyak 6 provinsi, dan Maluku Utara sebanyak 9 provinsi, yang membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 10 hari,” papar Hadar kepada puluhan wartawan media cetak dan elektronik yang turut menyertainya dalam monitoring ke percetakan.   Hadar juga mengungkapkan bahwa PT. Gelora Aksara Pratama sebagai salah satu perusahaan konsorsium yang melakukan pencetakan surat suara mempunyai jatah sebesar 3.545.476 lembar, termasuk dua persen surat suara cadangan. Selain itu, pada setiap kabupaten/kota diberikan surat suara tambahan sebesar 1000 lembar untuk mengantisipasi adanya pemungutan suara ulang. Kemudian perusahaan tersebut juga mencetak daftar pasangan...

Read More

SosiALISASI

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus menggelar sosialisasi Pileg 2014 kepada para kepala desa, perangkat, dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sabtu (22/3) malam, Komisioner KPU Kudus Eni Misdayani menyosialisasikan Pileg, 9 April di Kantor Kecamatan Jati. Sosialisi yang digelar malam hari ini merupakan kali pertama yang dilakukan. Tiga sosialisasi untuk kades di Kecamatan Kota, Bae, digelar pagi hari. Setelah dari Jati, KPU Kudus rencananya menggelar sosialisasi di Kecamatan Jekulo, Senin (24/3) pagi. Eni mengatakan, pihaknya yakin para kades, perangkat, maupun BPD sudah berpengalaman dalam pelaksanaan pemilu. Hanya, sejumah kebijakan baru pada Pilleg 2014 perlu disampaikan agar tidak muncul kesalahpahaman. Kades juga didorong aktif meminimalisasi potensi politik pragmatis antara lain dengan politik uang selama tahapan pemilu berlangsung. Karena dilakukan secara massif, politik uang seolah-olah menjadi hal biasa, dilakukan secara terang-terangan. Eni mengingatkan ketika pemilih sudah menggadaikan pilihan dengan menerima pemberian caleg tertentu, itu artinya ada konsekuensi yang harus dibayar. “Ada korelasi logis antara politik uang dengan praktik korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat termasuk anggota dewan. Kami berharap para kades bisa terlibat dalam proses penyadaran ini,” katanya. Pemilih, terutama dari kalangan orang tua juga diingatkan banyaknya caleg yang memiliki nama mirip. Jika pemilih kurang cermat, bisa saja justru memberikan pilihan kepada caleg lain yang bukan pilihannya karena ada kemiripan nama. “Nama arif misalnya, banyak caleg bernama itu. Belum lagi yang mirip seperti misalnya aziz atau asis,” ujarnya. Di Kudus,...

Read More

KPU Kudus Sosialisasikan Pileg ke Kepala Desa

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus menggelar sosialisasi Pileg 2014 kepada para kepala desa, perangkat, dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sabtu (22/3) malam, Komisioner KPU Kudus Eni Misdayani menyosialisasikan Pileg, 9 April di Kantor Kecamatan Jati. Sosialisi yang digelar malam hari ini merupakan kali pertama yang dilakukan. Tiga sosialisasi untuk kades di Kecamatan Kota, Bae, digelar pagi hari. Setelah dari Jati, KPU Kudus rencananya menggelar sosialisasi di Kecamatan Jekulo, Senin (24/3) pagi. Eni mengatakan, pihaknya yakin para kades, perangkat, maupun BPD sudah berpengalaman dalam pelaksanaan pemilu. Hanya, sejumah kebijakan baru pada Pilleg 2014 perlu disampaikan agar tidak muncul kesalahpahaman. Kades juga didorong aktif meminimalisasi potensi politik pragmatis antara lain dengan politik uang selama tahapan pemilu berlangsung. Karena dilakukan secara massif, politik uang seolah-olah menjadi hal biasa, dilakukan secara terang-terangan. Eni mengingatkan ketika pemilih sudah menggadaikan pilihan dengan menerima pemberian caleg tertentu, itu artinya ada konsekuensi yang harus dibayar. “Ada korelasi logis antara politik uang dengan praktik korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat termasuk anggota dewan. Kami berharap para kades bisa terlibat dalam proses penyadaran ini,” katanya. Pemilih, terutama dari kalangan orang tua juga diingatkan banyaknya caleg yang memiliki nama mirip. Jika pemilih kurang cermat, bisa saja justru memberikan pilihan kepada caleg lain yang bukan pilihannya karena ada kemiripan nama. “Nama arif misalnya, banyak caleg bernama itu. Belum lagi yang mirip seperti misalnya aziz atau asis,” ujarnya. Di Kudus,...

Read More

KPU Kab. Kudus dan Kesbangpolinmas Sosialisasi Bersama Pentingnya Pemilu

 Sosialisasi pentingnya pemilu juga dilakukan KPU Kab. Kudus bersama Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas). Sosialisasi diarahkan untuk kalangan organisasi kepemudaan, ormas, pelajar, dan mahasiswa. Mereka tak lain para pemilih pemula di Kabupaten Kudus. Komisioner KPU Kudus Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Hubungan Antarlembaga Eni Misdayani mengatakan, pemilih pemula adalah pemilih paling rasional. Mereka biasanya lebih kritis dan belum banyak terpengaruh hal buruk. Pemilih pemula cenderung bisa diarahkan menjadi pemilih cerdas. Pada sosialisai dan penguatan pendidikan politik di Aula Balai Desa Rendeng, Kamis (13/3), sejumlah pemilih pemula menyampaikan pendapatnya terkait maraknya pilihan untuk tidak memilih (golput). Menurut salah seorang mahasiswi di Kudus yang ikut sosialisasi, perilaku oknum anggota dewan yang malas ikut rapat, korup, dan tidak peka terhadap persoalan rakyat menjadi penyebab malasnya para pemilih pemula menggunakan haknya dalam Pemilu. Melihat itu, para pemilih pemula merasa percuma menggunakan hak pilihnya, jika hanya menghasilkan wakil rakyat yang kurang berkualitas. Menurut Eni, golput bukan pilihan bijak.kursi rakyat di hitung berdasarkan surat suara yang sah di bagi kursi dapil tersebut . Jadi meski angka golput tinggi, tetap saja bakal ada wakil rakyat yang terpilih berdasarkan surat suara yang masuk. “Sekarang pilihannya adalah menjadi pemilih cerdas untuk memilih pemimpin berkualitas. Caranya, ya dengan mengenali visi dan misi para calon demi perbaikan di masa mendatang,” jelasnya. Dalam kegiatan itu, peserta juga menyoroti masih sedikitnya keterwakilan perempuan sebagai wakil rakyat. Pemerintah sudah memberi kesempatan...

Read More

Pengumuman Lelang

Info Grafis

Arrow
Arrow
Slider

LPSDK PARPOL 2019

MASKOT PEMILU 2019

Arrow
Arrow
Slider

Tweets

Visitors

Online Visitors : 5
Todays Hits : 445
Total Hits : 703921