Lima Komisioner KPU Kudus beserta sekretaris foto bersama Bupati Kudus H.M. Tamzil di ruang tamu pendapa kabupaten.

Lima Komisioner KPU Kudus beserta sekretaris foto bersama Bupati Kudus H.M. Tamzil di ruang tamu pendapa kabupaten.

 

KUDUS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus bersilaturahmi ke Bupati Kudus HM. Tamzil di pendapa kabupaten Selasa (6/11) pagi. Dalam kesempatan itu, KPU Kota Kretek memperkenalkan diri kepada bupati, mengingat saat ini sudah terpilih komisioner baru periode 2018-2023.

Ketua KPU Kudus Naily Syarifah mengatakan, kunjungan KPU Kudus ke pendapa untuk beberapa hal. Pertama, memperkenalkan para komisioner baru kepada bupati Kudus. Kedua, menjalin keakraban dalam rangka mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, nyaman, dan lancar. Mengingat pemerintah kabupaten punya peranan penting terhadap kelancaran pemilu.

”Saat ini sudah terpilih lima komisioner baru. Pertama saya sebagai ketua, kedua Miftahurrohmah, Ahmad Kholil, Cahyo Maryadi, dan Dhani Kurniawan,” kata Naily kepada Bupati Kudus M. Tamzil didampingi Sekretaris KPU Kudus Heri Darwanto, Kepala Kesbangpol Eko Hari Jatmiko, dan Asisten I Agus Budi Satriyo.

Dari lima komisoner tersebut, mempunyai background yang berbeda-beda. Ada incumbent, akademisi, jurnalis, dan pengacara. Harapannya, kata Naily, ke depan KPU Kudus bisa saling bersinergi dengan pemkab supaya tiap tahapan pemilu bisa dilalui dengan baik.

Bupati Kudus M. Tamzil menyambut baik kedatangan KPU Kudus. Bupati berharap, komisoner yang baru bisa meningkatkan kinerjanya. Termasuk menjaga integritasnya supaya Pemilu 2019 nanti benar-benar berjalan baik. ”Harus bisa memposisikan diri. Jangan sampai diintervensi dari pihak manapun, terutama dari peserta pemilu,” ucap bupati. Tamzil juga berharap, KPU Kudus berterus terang dan transparan ke pemkab, baik soal kebutuhan dalam Pemilu 2019 dan lainnya. ”Jangan sampai ada rasan-rasan. Kami selalu terbuka dan siap untuk bekerja sama,” ungkapnya.

Terkait Pemilu 2019, bupati juga meminta KPU gencar memberikan sosialisasi ke pemilih di Kudus. Terlebih dalam coblosan nanti cukup berbeda. Di mana pemilih akan diberikan lima kartu suara. Pertama memilih presiden dan wakil presiden,  kedua DPR RI, ketiga DPR provinsi, keempat DPRD kabupaten, dan surat kelima untuk DPD. ”Bagaimana nanti teknis nyoblosnya, para pemilih harus dijelaskan secara detail,” pesan bupati. (AK/NF)