KPU Kudus Gelar Riset Perilaku Pemilih

Bagikan ke :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

kpu-kudus-400x241

SERAHKAN BUKU: Ketua KPU Kudus Moh Khanafi (kiri) menyerahkan dua buku berjudul Lensa Pemilu dan Profil Anggota DPRD Kudus kepada Kepala Perwakilan Wilayah Muria Suara Merdeka Dhian Widhi Atmoko, Selasa (5/5). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka.com – Meningkatnya tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan umum (pemilu) 2014 menyisakan fakta lain. Jumlah surat suara tidak sah pada pemilihan legislatif (pileg) dan Pilpres di Kabupaten Kudus cukup tinggi.

Jumlah surat suara tidak sah untuk pemilihan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kabupaten Kudus paling tinggi mencapai 40 persen. Berbagai asumsi pun mengemuka, seperti popularitas calon yang masih rendah di kalangan pemilih, hingga tingkat kesadaran pemilih untuk mengenal calon wakilnya yang masih rendah.

Sebagian kalangan menuding faktor “bagi-bagi” uang yang kurang merata, hingga pemilih enggan menentukan pilihannya. Melihat asumsi yang berkembang tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus menggelar riset untuk mengetahui perilaku pemilih.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus, Moh Khanafi mengatakan, penelitian yang melibatkan mantan Komisioner KPU Kudus Edi Supratno itu dilakukan untuk mengukur secara pasti perilaku pemilih di Kudus.

“Dari hasil penelitian secara akademis itu, nantinya akan memudahkan penyelenggara pemilu untuk menyusun strategi sosialisasi pemilu yang efektif,” kata Moh Khanafi saat menggelar silaturahmi dengan pimpinan Suara Merdeka Biro Muria, Selasa (5/5).

Menurut dia, meningkatnya tingkat partisipasi harus diimbangi dengan perilaku pemilih yang semakin cerdas. Pemilih yang sudah antusias datang ke TPS idealnya sudah mengantongi nama calon yang akan dipilihnya.

Kepala Perwakilan Wilayah Muria Suara Merdeka Dhian Widhi Atmoko megatakan, KPU sebagai penyelenggara pemilu perlu meningkatkan sosialisasi sesuai karakteristik lingkungan pemilih. Salah satunya dengan meningkatkan pelibatan media untuk menyampaikan informasi terkait pemilu.

“Media memberikan ruang luas untuk pemberitaan terkait pemilu, maupun isu-isu yang menyangkut hajat hidup masyarakat,” katanya.

(Saiful Annas/CN39/SM Network)


Bagikan ke :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •