Ketua KPU Kudus Naily Syarifah menyerahkan secara simbolis uang santunan kepada penyelenggara pemilu yang meninggal dunia, Selasa (13/08/2019).

Ketua KPU Kudus Naily Syarifah menyerahkan secara simbolis uang santunan kepada penyelenggara pemilu yang meninggal dunia, Selasa (13/08/2019).

KUDUS – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kudus menyerahkan santunan bagi penyelenggara pemilu yang meninggal dunia, Selasa (13/08/2019). Penyerahannya secara simbolis diserahkan langsung Ketua KPU Kudus Naily Syarifah kepada ahli waris masing-masing.

Ada tiga penyelenggara pemilu 2019 di Kudus yang meninggal dunia. Di antaranya, Sudarmin (trantib TPS), warga Desa Jojo, Kecamatan Mejobo; Badiyanto (trantib TPS), warga Desa Janggalan, Kecamatan Kota; dan Agus Riyanto (ketua KPPS), warga Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo. Masing-masing mendapatkan uang santunan sebesar Rp 36 juta.

”Kami turut berduka cita atas meninggalnya Pak Sudarmin, Pak Badiyanto, dan Pak Agus Riyanto. Ketiganya merupakan pejuang demokrasi yang telah gugur setelah menjalankan tugas,” ucap Ahmad Kholil, Komisioner KPU Kudus Divisi Sosialisasi Parmasdiklih dan SDM.

Penyerahan santunan ditransfer langsung dari KPU RI kepada ahli waris yang bersangkutan. Harinya pun berbeda-beda. Untuk Pak Badiyanto ditransfer tanggal 24 Juli, Pak Agus Riyanto tanggal 2 Agustus, dan Pak Sudarmin pada tanggal 11 Juli 2019.

Adapun bagi penyelenggara pemilu yang sakit, sampai sekarang masih menunggu proses pencairannya dari KPU RI. ”Dari KPU Kudus hanya mengajukan. Untuk proses pencairannya ada di KPU RI,” ucapnya. (AK/FN)